1.
Penyakit
ND (TETELO)
Gejala
Klinik : tergantung pada virulensi virus yang
menulari
a. Bentuk velogenik
viscerotropik; mencret kadang disertai
darah, lesu, sesak nafas, megap-megap, ngorok, bersin, batuk, paralysis
partialis atau komplit, torticolis, Produksi telur turun atau terhenti, warna
balung dan pial cyanosis. Angka kematian 80-100%. Bentuk ini disebabkan oleh
strain velogenik type Asia
b. Bentuk Velogenik
pneumoencephalitis; gejala respirasi seperti
viscerotropik dan syaraf seperti kelumpuhan dan torticolis lebih sering
Mortalitas 60-80%, cyanosis pada pial dan balung. Bentuk ini disebabkan oleh
strain Velogenik type Amerika.
c. Bentuk Mesogenik;
gejala respirasi seperti batuk, bersin, sesak nafas, megap-megap adalah gejala
yang menonjol. Angka kematian 10% pada anak ayam
d. Bentuk Lentogenik;
gejala respirasi ringan, gejala syaraf tidak ada, tidak menimbulkan kematian.
Bentuk ini disebabkan oleh strain lentogenik.
e. Bentuk Symptomatik;
Bentuk ini disebabkan oleh strain lentogenik
Pasca Mati
a.
Infeksi virus velogenik strain Asia; ptechiae pada proventriculus dan necrosa pada usus, rhinitis, tracheitis,
laryngitis, pneumonia dengan
eksudat kataralis sampai mucopurulent, degenerasi dan necrosa otak.
b.
Infeksi virus velogenik strain Amerika;
serupa dengan type Asia, hanya ptechiae proventrculus jarang terjadi,
encephalitis selalu terjadi.
c. Infeksi
mesogenik; terbatas pada saluran pernafasan,
ptechiae pericard, epicard, subpleura, tembolok dan usus.
2.
Penyakit
Pullorum (Berak putih)
Gejala Klinik; mengantuk,
bergerobol, diarrhae putih atau coklat kehijauan terdapat gumpalan serupa pasta
disekitar cloaca, disertai kelemahan kaki, sayap menggantung dan sesak nafas,
pada ayam dewasa depresi, anemia, diarrhae dan produksi telur menurun.
Pasca Mati; hati membesar
kadang menempati separuh ruang perut, konsistensi lunak, warna kuning
kehijauan, kadang jejas nekrotik secara miler pada permukaan. Eksudat fibrin
pada organ lain dirongga perut. Jantung
mengalami dilatasi berbentuk nodula-nodula berwarna putih keabuan dan pericardium mengalami penebalan disertai
penimbunan cairan fibrineus, limpa dapat membesar dengan perubahan jejas
nekrotik milier, juga pada pancreas. Ginjal mengalami pembesaran, saluran usus
membengkak dan kongesti, follikel
pada alat reproduksi mengalami perubahan keriput, tidak bulat diisi dengan
massa kuning telur yang konsistensinya padat dan mengkeju disertai warna kuning
coklat, kehijauan atau kehitaman. Pada anak
ayam kantong kuning telur tidak habis diserap dan usus buntu berisi serupa keju mengeras.
3.
Penyakit
Infectious Bronchitis (IB)
Gejala Klinik; hidung
keluar lendir, sesak nafas, dan ngorok, mata selalu basah, sudut mata melebar.
Pada ayam dewasa ngorok waktu bernafas, produksi telur menurun sampai 10-50%,
bentuk telur abnormal, kerabang kasar dan lunak, albumin encer, daya tetas
menurun.
Pasca Mati;
broiler selaput lendir trachea kemerahan
dan mengeluarkan lendir serosa, kantong hawa menebal, petelur kemerahan
dan bungsu pada selaput lendir trachea, peritonitis akibat telur pecah, dan salpingitis,
neprosis kadang ditemui.
4.
Penyakit
Infectious Laryngotracheitis (ILT)
Gejala klinik; mata
selalu basah, batuk, bersin, mengibaskan kepala secara kuat, waktu bernafas
kepala dan leher dijulurkan kedepan dengan mulut terbuka, lendir berdarah
ditemukan dilantai atau dinding
Pasca Mati; Trachae kemerahan,
eksudat bercampur darah, gumpalan perkejuan juga ditemukan pada trachea.
5.
Penyakit
Fowl Pox (Cacar, Difteri ayam)
Gejala Klinik;
papula pada berwarna kelabu di daerah
kulit tak berbulu (kepala), keropeng
di daerah mata sering terjadi. Pada cacar basah bercak berwarna kuning pada selaput
lendir mulut dan laryng.
Pasca Mati; seperti gejala klinik
6.
Penyakit
Chronic Respiratory Disease (CRD)
Gejala Klinik; ingus
karar dar lubang hidung, batuk dan bersuara waktu bernafas
Pasca Mati; radang
katar alat pernafasan mulai dari rongga hidung, sinus sampai kantong udara. Kantong udara keruh dan berisi eksudat katar,
bila terjadi komplikasi ditemukan pericarditis,
perihepatitis fibrinosa, radang kantong udara.
7.
Penyakit
Marek (marek’s disease)
Gejala Klinik; kelemahan
alat gerak (sayap terkulai, kelumpuhan kaki satu atau dua), bila syaraf vagus
atau intercostalis terserang, gangguan pernafasan, kadang kebutaan bila syaraf
mata terkena.
Pasca Mati;
a.
Bentuk syaraf; Syaraf
membulat dan membesar, warna kelabu kekuningan, bisa unilateral dan bilateral
b.
Bentuk viseral;
benjolan tumor hati, limpa, pankreas, jantung, paru, indung telur, ginjal
8.
Penyakit
Koriza(SNOT)
Gejala Klinik; hidung
keluar eksudat berwarna kuningdan encer lambat laun kental dan bernanah dengan
bau khas, sinusinfraorbitalis membengkak sangat besar, mata membengkak dan
menutup, suara ngorok terdengar. Pertumbuhan terlambat dan menjadi kerdil.
Pasca Mati; Pada
sinusinfraorbitalis terdapat eksudat berwarna putih kekuningan bau khas. Bila
kronis terdapat peradangan kantong hawa.
9.
Penyakit
Gumboro Disease (Infectious Bursal Disease)
Gejala Klinik;
Pasca Mati; terlihat
adanya perdarahan (bintik-bintik darah) daerah dada dan paha, bursafabriseus
membengkak terdapat eksudat purulen dan mendarah, ginjal membengkak