Senin, 23 Juli 2012

Penyakit pada Unggas


1.    Penyakit ND (TETELO)
Gejala Klinik : tergantung pada virulensi virus yang menulari
a.    Bentuk velogenik viscerotropik; mencret kadang disertai darah, lesu, sesak nafas, megap-megap, ngorok, bersin, batuk, paralysis partialis atau komplit, torticolis, Produksi telur turun atau terhenti, warna balung dan pial cyanosis. Angka kematian 80-100%. Bentuk ini disebabkan oleh strain velogenik type Asia
b.    Bentuk Velogenik pneumoencephalitis; gejala respirasi seperti viscerotropik dan syaraf seperti kelumpuhan dan torticolis lebih sering Mortalitas 60-80%, cyanosis pada pial dan balung. Bentuk ini disebabkan oleh strain Velogenik type Amerika.
c.    Bentuk Mesogenik; gejala respirasi seperti batuk, bersin, sesak nafas, megap-megap adalah gejala yang menonjol. Angka kematian 10% pada anak ayam
d.    Bentuk Lentogenik; gejala respirasi ringan, gejala syaraf tidak ada, tidak menimbulkan kematian. Bentuk ini disebabkan oleh strain lentogenik.
e.    Bentuk Symptomatik; Bentuk ini disebabkan oleh strain lentogenik

Pasca Mati

a.    Infeksi virus velogenik strain Asia; ptechiae pada proventriculus dan necrosa pada usus, rhinitis, tracheitis, laryngitis, pneumonia dengan eksudat kataralis sampai mucopurulent, degenerasi dan necrosa  otak.
b.    Infeksi virus velogenik strain Amerika; serupa dengan type Asia, hanya ptechiae proventrculus jarang terjadi, encephalitis selalu terjadi.
c.    Infeksi mesogenik; terbatas pada saluran pernafasan, ptechiae pericard, epicard, subpleura, tembolok dan usus.



2.    Penyakit Pullorum (Berak putih)
Gejala Klinik; mengantuk, bergerobol, diarrhae putih atau coklat kehijauan terdapat gumpalan serupa pasta disekitar cloaca, disertai kelemahan kaki, sayap menggantung dan sesak nafas, pada ayam dewasa depresi, anemia, diarrhae dan produksi telur menurun.
Pasca Mati; hati membesar kadang menempati separuh ruang perut, konsistensi lunak, warna kuning kehijauan, kadang jejas nekrotik secara miler pada permukaan. Eksudat fibrin pada organ lain dirongga perut. Jantung mengalami dilatasi berbentuk nodula-nodula berwarna putih keabuan dan pericardium mengalami penebalan disertai penimbunan cairan fibrineus, limpa dapat membesar dengan perubahan jejas nekrotik milier, juga pada pancreas. Ginjal mengalami pembesaran, saluran usus membengkak dan kongesti, follikel pada alat reproduksi mengalami perubahan keriput, tidak bulat diisi dengan massa kuning telur yang konsistensinya padat dan mengkeju disertai warna kuning coklat, kehijauan atau kehitaman. Pada anak ayam kantong kuning telur tidak habis diserap dan usus buntu berisi serupa keju mengeras.

3.    Penyakit Infectious Bronchitis (IB)
Gejala Klinik; hidung keluar lendir, sesak nafas, dan ngorok, mata selalu basah, sudut mata melebar. Pada ayam dewasa ngorok waktu bernafas, produksi telur menurun sampai 10-50%, bentuk telur abnormal, kerabang kasar dan lunak, albumin encer, daya tetas menurun.

Pasca Mati; broiler selaput lendir trachea kemerahan dan mengeluarkan lendir serosa, kantong hawa menebal, petelur kemerahan dan bungsu pada selaput lendir trachea, peritonitis akibat telur pecah, dan salpingitis, neprosis kadang ditemui.


4.    Penyakit Infectious Laryngotracheitis (ILT)
Gejala klinik; mata selalu basah, batuk, bersin, mengibaskan kepala secara kuat, waktu bernafas kepala dan leher dijulurkan kedepan dengan mulut terbuka, lendir berdarah ditemukan dilantai atau dinding

Pasca Mati; Trachae kemerahan, eksudat bercampur darah, gumpalan perkejuan juga ditemukan pada trachea.

5.    Penyakit Fowl Pox (Cacar, Difteri ayam)
Gejala Klinik; papula pada berwarna kelabu di daerah kulit tak berbulu (kepala), keropeng di daerah mata sering terjadi. Pada cacar basah bercak berwarna kuning pada selaput lendir mulut dan laryng.

Pasca Mati; seperti gejala klinik

6.    Penyakit Chronic Respiratory Disease (CRD)
Gejala Klinik; ingus karar dar lubang hidung, batuk dan bersuara waktu bernafas

Pasca Mati; radang katar alat pernafasan mulai dari rongga hidung, sinus sampai kantong udara. Kantong udara keruh dan berisi eksudat katar, bila terjadi komplikasi ditemukan pericarditis, perihepatitis fibrinosa, radang kantong udara.

7.    Penyakit Marek (marek’s disease)
Gejala Klinik; kelemahan alat gerak (sayap terkulai, kelumpuhan kaki satu atau dua), bila syaraf vagus atau intercostalis terserang, gangguan pernafasan, kadang kebutaan bila syaraf mata terkena.

Pasca Mati;
a.    Bentuk syaraf; Syaraf membulat dan membesar, warna kelabu kekuningan, bisa unilateral dan bilateral
b.    Bentuk viseral; benjolan tumor hati, limpa, pankreas, jantung, paru, indung telur, ginjal

8.    Penyakit Koriza(SNOT)
Gejala Klinik; hidung keluar eksudat berwarna kuningdan encer lambat laun kental dan bernanah dengan bau khas, sinusinfraorbitalis membengkak sangat besar, mata membengkak dan menutup, suara ngorok terdengar. Pertumbuhan terlambat dan menjadi kerdil.

Pasca Mati; Pada sinusinfraorbitalis terdapat eksudat berwarna putih kekuningan bau khas. Bila kronis terdapat peradangan  kantong hawa.


9.    Penyakit Gumboro Disease (Infectious Bursal Disease)
Gejala Klinik;

Pasca Mati; terlihat adanya perdarahan (bintik-bintik darah) daerah dada dan paha, bursafabriseus membengkak terdapat eksudat purulen dan mendarah, ginjal membengkak 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar